PPID Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura

SEMINAR PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE TA. 2021




Pelaksanaan pengembangan teknik dan metoda pengujian laboratorium, sertifikasi, dan pengawasan peredaran benih tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi Balai Besar PPMB-TPH, yang sangat dibutuhkan oleh Pengawas Benih Tanaman, Laboratorium Penguji Benih Pemerintah (BPSB dan Litbang), Produsen Benih serta Instansi Pembuat Kebijakan di bidang perbenihan tanaman pangan dan hortikultura.

Dalam rangka menghasilkan metode yang tepat sasaran maka diperlukan inventarisasi permasalahan, ide maupun inovasi dari berbagai pihak, sehingga diperoleh metode uji yang valid dan inovatif serta mampu mengatasi hambatan dan kendala dalam pengujian laboratorium, sertifikasi dan pengawasan peredaran mutu benih tanaman pangan dan hortikultura.

Beberapa Hasil Pengembangan dan validasi Metode Balai Besar PPMB-TPH tertuang dalam Aturan ISTA (International Seed Testing Association) 2) Keputusan Menteri Pertanian  No 993/HK.150/C/05/2018 tentang Petunjuk Teknis Pengambilan Contoh Benih dan pengujian / analisis Mutu benih Tanaman Pangan terkait trier, kadar air kedelai, kacang tanah dan koro pedang, uji daya berkecambah secara cepat dengan Uji Tetrazolium pada benih kedelai serta daya berkecambah benih koro pedang  3) Kepmentan No 300/kpts/SR.130/D/12/2016 tentang Pedoman Uji Mutu benih laboratorium (Benih Hortikultura) : Metode penetapan kadar air benih sawi dengan menggunakan oven suhu tinggi (130-133C) selama ½ jam, Metode penetapan kadar air benih oyong dengan menggunakan oven suhu rendah (101-105C) selama 17 ± 1 jam dengan penghancuran kasar. Hasil validasi pengujian daya berkecambah menunjukkan bahwa penggunaan suhu 25 dapat menggantikan penggunaan suhu berganti 20ó30 C suhu konstan 20C atau 30C pada komoditas sawi, cabai kangkung, dan selada (2013), bayam dan tomat (2014) serta kol dan seledri (2015).

Pada tanggal 8 Oktober 2020, Balai Besar PPMB-TPH melaksanakan seminar judul secara online. Seminar dihadiri oleh  perwakilan dari Sekertariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Serealia, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan , Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal perkebunan, Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Hortikultura, Koordinator Fungsional BPSBTPH Jambi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta Nusa Tenggara Barat.

Narasumber seminar judul terdiri dari sejumlah pakar yaitu  Dr. Ir. Rahmad Suhartanto, M.Si (IPB), Dr. Ir. Abdul Qadir, M.Si (IPB), Dr. Ir. Giyanto, M.Si. (IPB), Ahmad Zamzami, S.P, M.Si (IPB), Dr. Ir. Muchlis Adie (Balai Penelitian Kacang dan Umbi) dan Dr. Reflinur, M.Si., P.Hd (Balai Besar Biogen)

Usulan Judul Pengembangan Metode untuk TA 2021 yaitu 1) Pengembangan Drone dan Aplikasi Pelaporannya dalam Pemeriksaan Lapang Sertifikasi Benih Padi seluas 25 Hektar,2) Kajian Penggunaan Bahan Acuan dalam Produksi dan Pemeriksaan Lapang Kegiatan Sertifikasi Benih Kedelai seluas 10 Ha, 3) Pengujian Cepat Daya Berkecambah Benih padi, Jagung , Kedelai dengan Menggunakan Metode Pemunculan Radikula (Radicula Emmergence). 4) Pengembangan Metode Uji Cepat Daya Berkecambah Benih Padi, Jagung dan Kedelai Menggunakan Metode Uji Indeks Vigor, 5) Validasi Beberapa Trier dan Verifikasi Moisture Meter yang digunakan BPSB, 6) Verifikasi Persyaratan Media Uji Daya Berkecambah  dengan Metode Fitotoksik, 7) Evaluasi Mutu Benih Jagung Hibrida dan Padi dengan Berbagai Tipe Transportasi, 8) Evaluasi Mutu Benih Padi dan Jagung setelah Berakhirnya Masa Edar Benih, 9) Kajian Kemurnian Molekuler DNA Pada Sertifikasi Benih Padi Lokal dan Porang, 10) Kajian Penggunaan Acuan Karakter Gejala untuk Deteksi Seed Borne Patogen pada Benih Padi dan 11) Kemurnian Molekuler DNA pada Sertifikasi Benih Bawang Putih dan Bawang Merah.

Saran dan masukan dari narasumber disampaikan secara langsung disertai bahan tayang dari masing-masing narasumber. Catatan yang disampaikan narasumber  akan digunakan untuk merevisi proposal singkat yang sudah dibuat untuk diperbaiki dan disusun kembali secara detail untuk proposal lengkap yang akan disampaikan di awal tahun 2021.

Disusun oleh Amiyarsi Mustika Yukti, Nur Indrayanti Prabaningrum,  Sri Rahayu Puji Lestari dan Sri Budiarti, PBT Balai Besar PPMB-TPH)